Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JawaPos. com- Pemangkasan anggaran kontingen Jawa Timur juga berimbas pada program latihan. Beberapa cabang olahraga sudah menyusun training camp (TC) atau tryout (TO). Bahkan, ada yg berencana melakukan TC atau TO di luar negeri.

Cabor selam, misalnya. Mereka sudah berencana melakukan TC di Tiongkok atau Rusia. Rencana tersebut kemudian batal lantaran anggaran dipangkas.

Hal serupa terjadi pada Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Philippines (PABBSI) Jatim.

’’Kalau kemudian TC maka akan dihilangkan, jadi pukulan telak bagi kami, ’’ kata pelatih angkat besi Jatim Jeffry Tagore.

Tanpa ada TO, hal itu bakal berpengaruh dalam performa atlet. Jeffry menjelaskan, TO akan mampu mengasah mental atlet dalam bertanding. Jika program TO yang disusun sejak lama ditiadakan, dia yakin performa atlet akan melorot. Apalagi jika pemangkasan anggaran itu berimbas pada pemasukan atlet serta pelatih.

’’Kami sudah habisan-habisan, fokus. Lalu sekarang TC dan IN ORDER TO mau dihilangkan. Gaji dikurangi juga. Ini keputusan yang kurang bijaksana, ’’ tegas Jeffry.

Dia pun berharap kebijakan tersebut bisa dikaji ulang. Sebab, baik atlet maupun pelatih sama-sama berjuang demi nama baik Jawa Timur.

Atlet atletik Heru Astriyanto tidak menampik performanya akan berbeda jika tanpa TC dan TO. Untuk peraih satu emas pada PON XIX 2016 itu, uji coba adalah hal yang sangat penting.

Masalahnya, selama menjalani puslatda, tidak ada uji coba yang dilakukan. Sebab, di Indonesia, sulit mencari lawan tanding saat pandemi.

Salah satu solusi adalah menggelar latihan di luar negeri. ’’Makanya, persiapan menuju PON pasti terkendala karena ditiadakannya kegiatan-kegiatan tryout atau training camp luar negeri, ’’ terang Heru.

Meski begitu, dia tetap dapat menerima keputusan yang telah diambil Pemprov Jatim. ’’Saya cuma berharap pemerintah tetap menaruh harapan pada atlet-atletnya. Indikasi negara yang sehat adalah atletnya hebat pada semua cabor, ’’ tambahnya.

Source