Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Pancasila dalam sudut pandang Seni dan Budaya menjadi topik diskusi hangat dalam talkshow budaya dan seni yang diselenggarakan oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan. Acara ini perjamuan dalam rangka memperingati keadaan lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, pada Selasa (1/5).

Agenda diskusi ini dibuka sebab Panitia Pengarah Bulan Bung Karno PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Ia membaca, acara ini dihelat di rangka mengajak anak bujang Indonesia untuk berani secara kreatif dan cerdas, memaknai Pancasila dalam bentuk kekinian dan modern tanpa membuang spirit sejarah.

“Bulan Bung Karno, menjelma cara PDIP mengajak bani muda untuk memaknai pancasila dalam bentuk kekinian, baru, tanpa meninggalkan spirit memori, ” Jelas Djarot

Selain itu, seorang musisi sekaligus komposer Addie MS, juga sutradara superior Garin Nugroho Riyanto sedia menjadi Narasumber utama pada talkshow perdana Bung Karno Series ini.

Addie MS pada posisinya sebagai musisi menuturkan, Pancasila sampai kapanpun akan menjadi solusi untuk negeri Nusantara yang bhineka ini, secara adanya sila ke-tiga bon Indonesia merupakan sebuah penyelesaian untuk Indonesia di periode kini dan masa dengan akan datang.

“Justru lebih perlu sedang, kalau kita lihat teknologi informasi di era globalisasi ini membanjiri masyarakat, apapun informasi yang di inginkan akan datang sendiri. Secara adanya Pancasila, ini sebagai alat pemersatu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalua Pancasila itu tidak tersedia, ” Jelas Addie.

Kemudian, ia pula mencontohkan lagu anak-anak dengan berjudul Pelangi-pelangi, sudah kurang terdengar di televisi-televisi, lain dengan zaman dulu Masa disiarkan oleh TVRI semuanya ikut satu suara membawakan. Namun sekarang tidak mampu lagi seperti itu, karena zaman sudah semakin modern dan sudah majemuk, lalu hal ini sudah terejawantahkan pada porsi geraknya per sesuai dengan perannya.

Baca Serupa: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan

Menyuarakan Juga: Joe Biden Tegaskan Dukungan ke Israel, Muslim AS Boikot Gedung Putih

Addie menilai, justru dengan adanya perbedaan sudut pandang dan gerak masing-masing itu ialah asset, terlebih dalam negeri seni. Namun hal yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan Kembali, membangkitkan Balik spirit Pancasila di masa kekinian. Dalam hal kecil misalnya, bagaimana lagu-lagu kala dulu yang mengajarkan nasionalisme itu di aransmen ulang dengan nada dan music yang khas dengan kala sekarang,

“Kita ingin semangat Pancasila ini di hadirkan kembali, temperamen perjuangan dihadirkan di kurun ke kinian dengan jalan masing-masing sesuai dengan kedudukan dan kedudukannya masing-masing. Semisal lewat lagu anak-anak tadi itu di aransmen kembali, ” tambah Addie.

Sudut pandang yang tak jauh berbeda diuangkapkan juga oleh Garin Nugroho, ia menilai Pancasila dengan kita anut sebagai dasar negara sampai hari ini mempunyai nilai dan bagian seni, bahkan para seniman juga ikut andil dalam merumuskan Pancasila.

“Pancasila itu justru berbasis nilai-nilai seni, para penggodog Pancasila itu banyak para senimannya, kalua enggak ada senimannya malah Pancasila tidak akan jadi. Contohnya Muhammad Yamin, bapak sonata. Tersebut baru satu. Muhammad hatta, ngasih istrinya aja tampang. Soekarno? Bahkan dianggap kaya bapak teater, ” Nyata Garin.

Garin juga mengungkapkan, nilai-nilai dengan membentuk Pancasila itu tak terlepas dari nilai serta unsur budaya. Karena itu, proses Pancasila adalah proses budaya, Bahasa aja, kata Pancasila misalnya dalam membahasakan ada yang diambil dari Bahasa sutasoman misalnya, ada yang dari Bahasa sangsekerta.

“Karena soekarno sendiri sangat dekat dengan orang-orang ahli Bahasa, ” tambah Garin.

Program talkshow & kecil BKNP PDIP dengan tema besar “Bung Karno Series hadir setiap hari di bulan Juni pukul 16. 30 WIB, tayang selama satu bulan penuh, dan dapat diikuti melalui saluran Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Was-was.

Source