JawaPos. com –Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memastikan warga Kota Kediri, mendapatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Termasuk emak Sumirah yang sempat viral pada media sosial karena rumahnya kurang terawat.

”Kami telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan kepesertaan nenek Sumirah seketurunan. Sejak awal nenek Sumirah sudah terdaftar sebagai peserta karena almarhumah suaminya ASN dan kedua putranya adalah peserta yang didaftarkan pemerintah daerah, ” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Triyono Kutut seperti dilansir dari Antara di Kediri.

Untuk memastikan nenek Sumirah dan kedua anaknya mampu memanfaatkan layanan Program JKN-KIS, Biro Sosial Kota Kediri bersama BPJS Kesehatan menyerahkan kembali kartu kepada nenek Sumirah sekaligus menjelaskan jalan pemanfaatannya. Wali Kota Kediri Debu Bakar sebelumnya juga sudah mengunjungi kediaman nenek Sumirah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Praja Kediri.

Nama aki Sumirah baru-baru ini viral setelah video yang memperlihatkan kondisi rumahnya terunggah di media sosial. Aki berusia 78 tahun itu susunan di rumah yang dipenuhi kotor bersama dengan kedua putranya dengan mengalami gangguan jiwa. Wali Praja juga memastikan tentang pelayanan pada keluarga nenek Sumiran dan mengambil bahwa rumahnya akan diperbaiki.

”Selain mendapatkan bantuan baik dari Program Keluarga Harapan (PKH), Nenek Sumirah juga telah terdaftar sebagai peserta JKN–KIS yang dibiayai Pemerintah Kota Kediri, ” introduksi Wali Kota Abdullah Abu Bakar.

Kepala BPJS Kesehatan tubuh Cabang Kediri Hernina Agustin Arifin mengatakan, pihaknya koordinasi dengan Pemkot Kediri terkait kartu JKN–KIS lantaran keluarga nenek Sumirah serta ke-2 anaknya yang tidak ditemukan. Awak dari BPJS Kesehatan telah melakukan survei sebelumnya.

”Tim kami sudah melakukan survei serta didapati bahwa kartu JKN–KIS aki Sumirah maupun kedua putranya ini tidak ditemukan. Untuk itu saya kesini untuk menyerahkan kembali serta memberikan pemahaman bahwa nenek Sumirah beserta keluarga berhak atas tanggungan kesehatan sehingga tidak perlu ragu untuk berobat, ” kata Hernina Agustin Arifin.

Hernina juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Apabila tersedia warga sekitar yang membutuhkan informasi terkait Program JKN–KIS, BPJS Kesehatan tubuh membuka akses informasi seluas-luasnya.

”Jangan sungkan melaporkan serta apabila masyarakat mengalami kendala ataupun membutuhkan informasi terkait kepesertaan, prosedur pelayanan kesehatan, dan sebagainya. Klub bisa mengunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat, ” kata Hernina.

Data BPJS Kesehatan Dewan Cabang Kediri, jumlah peserta maka 2, 8 juta peserta dengan terdiri atas warga di Kabupaten/Kota Kediri, Nganjuk serta Kabupaten/Kota Blitar. Pemkot Kediri juga sudah menetapkan warga di Kota Kediri masuk dalam layanan JKN–KIS.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]

Source